Category Archives: Berita

Digitalisasi SKA Elektronik

Category : Berita , Pelatihan

Digitalisasi SKA Elektronik

 

Salam K3 untuk Anggota A2K4 DKI Jakarta dan para penggiat K3 dimanapun berada, kami ingatkan kembali kepada anda bahwa bagi anda yang telah memiliki Sertifikat SBU, SKA dan SKT, harus segera melakukan Digitalisasi Elektronik paling lambat tanggal 30 September 2019, hal ini Sesuai Surat Edaran Menteri PUPR Nomor : 06/SE/M/2019.

Bagaimana caranya?

Caranya mudah ada aplikasi yang memudahkan anda untuk mensubmit semua dokumen-dokumen yang di persyaratkan. Klik link di bawah ini

https://sway.office.com/t2AFub3FBpguVSPB?ref=Link

Hati-hati !

Bagi anda yang tidak melakukan Digitalisasi setelah tanggal 30 September nanti, SBU, SKA dan SKT anda dianggap tidak berlaku lagi.

Segera lakukan Digitalisasi Elektronik SBU, SKA dan SKT anda mulai dari sekarang.

untuk konsultasi bisa hubungi www.ijintender.co.id

khusus anggota a2k4 DKI Jakarta Pemegang SKA Ahli K3 Konstruksi bisa hubungi langsung kami.

Sekretariat A2K4 DKI Jakarta
Jl. Tanjung Barat Selatan (Gg.100) No. 33 B, Jakarta Selatan
Telp : 021 – 2278 3414

Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah

Diujung akhir Ramadhan bulan yang mulia ini, tak luput dari kegiatan kami yang tetap berjalan dimulai dari pelatihan, uji kompetensi bahkan buka puasa bersama pengurus DPP A2K4, DPW A2K4 DKI Jakarta, Kementerian PUPR, Kemeterian Kemnakertrans, PT. Sepro Indotama, PT. Alkon Indosejahtera, dan LSP K3 Konstruksi yang saling bersinergi dalam pembangunan konstruksi Indonesia dalam pengembangan, wawasan, mutu serta qualitas yang selalu di depankan agar menjadi organisasi profesi k3 profesional.

Andai kata tangan tak sempat berjabat, setidaknya kata-kata masih dapat terucap.

Akhir Kata, Kami A2K4 DKI Jakarta mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, semoga di bulan yangmulia ini kami beserta penggiat k3 mendapatkan rahmat dan barakah atas apa yang kami lakukan di bulan suci ini.

This slideshow requires JavaScript.


Komitmen K3

Penandatanganan Komitmen K3 Konstruksi

Komitmen K3

Komitmen K3 Konstruksi

Sebagai upaya memastikan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dalam proyek penyelenggaraan konstruksi dan komitmen untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli K3 bersertifikat, Direktorat Jen- deral Bina Konstruksi Kementerian PUPR bersama stakeholders BUMN seperti PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), PT PP (Persero), PT Nindya Karya. PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya mengadakan acara Penandatangan Komitmen K3 Konstruksi dan Sertifikasi Ahli K3 Konstruksi, Selasa (05/06) di Jakarta.

Acara Pembukaan

Dalam sambutannya, Dirjen Bina Kon- struksi Syarif Burhanuddin menyampaikan bahwa pada masa gencarnya pembangunan infrastruktur, terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli K3. Akibatnya masih terjadi beberapa kecelakaan konstruksi yang seharusnya tidak terjadi.

“Untuk itu pemerintah tidak bisa sendiri, dibutuhkan kerja sama dari stakeholder baik itu BUMN Karya, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) maupun Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) untuk mewujudkan bidang konstruksi yang aman.” ujar Syarif

Apa itu Ahli K3 ?

Tenaga kerja ahli K3 merupakan tenaga ahli yang sangat penting terutama dalam proses pembangunan proyek pekerjaan kon- struksi, agar kedisiplinan dan pengawasan baik dari sisi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Standar Operasional Prosedur (SOP), maupun prinsip K3 Konstruksi dapat terjamin.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi juga menyampaikan bahwa sistem K3 harus tercantum dalam komponen pembiayaan tersendiri dalam kontrak, tidak menjadi bagian dari biaya umum. Hal ini harus dimulai sejak pelelangan dan menjadi kom- ponen yang dipertandingkan.

Apa Gunanya K3?

“Di masa mendatang, sertifikat ahli K3 bukan menjadi persyaratan lelang. Tetapi menjadi persyaratan dalam pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu orang akan terpacu memiliki sertifikat ahli K3 yang benar-benar merepresentasikan keahliannya.” tegas Syarif

Selama ini sertifikat selalu mejadi syarat dalam pelelangan atau syarat untuk memenangkan lelang, dampaknya sertifikat tersebut dapat digunakan berulang kali pada perusahaan yang berbeda-beda. Seh- ingga saat pelaksanaan pemilik sertifikat tersebut tidak bekerja dalam proyek. Untuk itu saat ini sertifikat menjadi salah satu syarat pada tanda tangan kontrak.

Siapa saja yang ikut Penandatangan Komitmen K3?

Pada kesempatan tersebut juga, Dirjen Bina Konstruksi menyaksikan penandata- nganan Komitmen K3 Konstruksi antara Kementerian PUPR dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Direktorat Bina Penyelenggaraan Konstruksi bersama stakeholder BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya (Persero), PT Hutama Karya, PT Adhi Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), PT PP, PT Nindya Karya, PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya (Persero) yang berisi komitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya zero acci- dent, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:

  1. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  2. Menggunakan tenaga kerja kompeten dan bersertifikat;
  3. Peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
  4. Material yang memenuhi standar mutu;
  5. Teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
  6. Melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Harapan Kedepan?

Bersama ini diharapkan para BUMN mendorong tenaganya bekerja dengan mendahulukan SOP yang telah ditetapkan, meningkatkan kedisiplinan kerja. Selain itu para BUMN diharapkan saling bersinergi dengan BUMN lain, khu- susnya terkait pelaksanaan K3. “Komitmen yang ditunjukkan tidak hanya berupa tanda tangan, melainkan juga harus dalam tin- dakan di setiap pekerjaan konstruksi.” tutup Syarif (dri/tw)

Penulis : I Made Widiantara

Lihat informasi terkait:

Pelatihan Ahli K3 Konstruksi

Cek Proses Pembuatan SKA LPJK


A2K4 Indonesia : Penerapan K3 Belum Konsisten

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia menilai proyek infrastruktur besar-besaran belum dibarengi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja konstruksi secara konsisten.

Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (A2K4) Indonesia Lazuardi Nurdin mengatakan bahwa selama 2017 tercatat sebagai tahun kecelakaan kerja konstruksi infrastruktur jalan dan jembatan terbanyak, khususnya berupa runtuhnya girder dan tergulingnya alat angkat crane.

“Keadaan ini mirip kasus kecelakaan putusnya gondola pada tahun 2008, yang terjadi berulang dan beruntun ketika volume pembangunan gedung properti meningkat,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (23/1/2018).

Dalam catatan A2K4, sejak 1 Agustus 2017 hingga awal 2018, telah terjadi lebih dari 10 kasus kecelakaan konstruksi pada proyek infrastruktur jalan yang mengakibatkan sedikitnya empat pekerja meninggal dunia dan 11 pekerja lainnya menderita cidera.

Kecelakaan kerja itu didominasi kasus runtuhnya girder dan robohnya crane.

“Kecelakaan kerja tak hanya mengakibatkan korban, tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit,” ucap Lazuardi.

Terlebih kasus-kasus kecelakaan kerja tersebut justru bisa menghambat proses pembangunan infrastruktur yang tengah berlangsung secara besar-besaran.

Pada Senin (21/1/2018) pagi, terjadi ke kecelakaan kerja berupa runtuhnya box girder bentang P28-P29 pada area kerja proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) Velodrome—Kelapa Gading, di area Jalan Kayu Putih Raya, Pulo Gadung Jakarta Timur yang melukai sejumlah pekerja konstruksi subkontraktornya.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) bertindak sebagai kontraktor utama proyek itu, sedangkan PT VSL Indonesia adalah subkontraktor dari WIKA.

Melalui siaran pers tak lama setelah kejadian tersebut, BUMN konstruksi itu menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan itu.

 

sumber : http://industri.bisnis.com/read/20180124/45/729853/a2k4-indonesia-penerapan-k3-belum-konsisten

 



Top Posts & Pages

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other subscriber